HUKUM
MENJUAL TAHU BERFORMALIN
Sekarang
ini, banyak pembeli atau konsumen yang suka membeli produk makanan yang tahan
lama. Ironisnya dalam makanan tersebut banyak ditemukan yang mengandung bahan
pengawet berbahaya, yaitu formalin. Adanya bahan pengawet berbahaya dalam
makanan ini sebenarnya sudah lama menjadi rahasia umum. Fakta ini lebih
menyadarkan masyarakat bahwa selama ini terdapat bahaya formalin yang mengancam
kesehatan yang berasal dari konsumsi makanan sehari-hari.
Tahu
merupakan salah satu makanan yang marak diawetkan dengan formalin. Kombinasi
protein tinggi dan air membuat tahu mudah busuk, karenanya diperlukan bahan
pengawet. Formalin dipilih karena murah dan berkemampuan baik dalam menghambat
perkembangan bakteri. Selain itu, zat ini mampu mempertahankan garam dan
kegurihan rasa serta membuat tahu mengembang.
Lalu
pengertian dari formalin sendiri yaitu Formalin atau formaldehida atau bahan
kimia yang digunakan sebagai pengawet. Sebenarnya fungsi formalin adalah
sebagai desinfektan namun oleh sebagian orang disalah gunakan untuk mengawetkan
makanan untuk mencegah kerugian. Formalin dapat berguna sebagai desinfektan
karena membunuh sebagian besar bakteri dan jamur (termasuk spora mereka). Hal
ini juga digunakan sebagai pengawet dalam vaksin, dimana formalin digunakan
untuk membunuh virus dan bakteri yang tidak diinginkan yang mungkin mencemari
vaksin selama produksi.
Di
sentra produksi tahu
Kebonan sendiri saat ini terdapat 21 orang perajin yang membuat tahu untuk
memenuhi kebutuhan di Batang maupun luar daerah. Temu yang sudah memproduksi
tahu sejak 1980 mengungkapkan, industri pembuatan tahu sekarang terganggu
dengan adanya isu tahu berformalin.
Terkadang
banyak konsumen yang tidak bisa membedakan antara tahu bebas formalin dan tahu
yang berformalin, dan lebih parahnya terkadang tahu berformalin lebih tinggi
harganya dibanding tahu yang bebas formalin. Banyak penjual tahu di Kebonan
Batang yang memproduksi tahu bebas formalin mengeluhkan penggunaan zat ini.
Karena tanpa bahan pengawet, tahu yang dibuat Temu harus habis dalam sehari. Beda
dengan yang pakai formalin. Mereka selalu ada stok. Jadi kalau permintaan
sedang tinggi, mereka bisa menyediakan tahu.
Dan
terkadang juga sebagian konsumen lebih senang memilih produk yang awet dan
harga yang murah. Konsumen umumnya bersikap tidak ambil peduli, yang penting
harganya murah. Selain itu, konsumen biasanya sulit membedakan produk yang
diawetkan dengan formalin yang boleh jadi membuat mereka mengambil jalan mudah
memilih produk apa saja.
Sedangkan
ciri-ciri tahu yang berformalin yaitu
1.
Tidak rusak jika disimpan sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat
Celsius)
2.
Bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es
3.
Tahu terlampau keras teksturnya, namun tidak padat
4.
Bau agak menyengat, bau formalin
Dalam islam sebenarnya penggunaan
tahu berformalin dilarang sebab dapat
merugikan salah satu pihak yaitu konsumen. Penggunaan zat ini dapat
mengancam kesehatan mereka. Jadi di dalam ekonomi islam, jual beli tahu
berformalin tidak sah adanya, karena ada suatu kemudaratan yaitu penjual tahu
selalu untung apabila mereka menjual tahu yang berformalin.
Jual beli tahu berformalin termasul
jual beli yang diharamkan jual beli ini termasuk yang melanggar syar’I yaitu
dengan cara menipu. Menipu barang yang sebenarnya cacat dan tidak layak untuk
dijual, tetapi sang penjual menjualnya dengan memanipulasi seakan-akan barang
tersebut sangat berharga dan berkualitas. Ini adalah haram dan dilarang dalam
agama, bagaimanapun bentuknya.
Oleh karena itu walaupun kita
sebagai konsumen secara kasat mata tidak bisa membedakan antara tahu
berformalin dengan tahu bebas formalin, pada saat membeli tahu hendaknya kita Cuci
bersih, rebus, lalu masukkan ke kulkas,Formalin akan luntur dan menguap jika
direbus. Selain itu, cara ini juga bisa bikin tahu awet seminggu.
Nama : Nur khodirotul jannah
NIM : 2013213003
Kelas : L
Prodi : Ekonomi Syariah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar